pendidikan

HASIL PENELITIAN PENDIDIKAN

PENGEMBANGAN MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING
BERBASIS TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
DI SMA

ADI NUR CAHYONO, M.Pd.

PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2007

ABSTRAK

Pengembangan Model Creative Problem Solving berbasis Teknologi dalam Pembelajaran Matematika di SMA

Oleh:
A.N. CAHYONO
Pendidikan Matematika 2005 Program Pascasarjana Unnes
e-mail : adi_himatika@plasa.com
http://www.adi-negara.blogspot.com/

Kata kunci : Creative Problem Solving berbasis Teknologi, Ketrampilan Proses, keaktifan siswa, hasil belajar.

Tujuan diberikannya matematika antara lain agar siswa terlatih untuk bertindak atas dasar pemikiran secara logis, rasional, kritis, cermat, jenius dan efektif. Model Creative Problem Solving (CPS) adalah suatu model pembelajaran yang berpusat pada ketrampilan pemecahan masalah, yang diikuti dengan penguatan kreatifitas Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model pembelajaran Creative Problem Solving berbasis teknologi, mengetahui ketuntasan belajar pada hasil belajar, keaktifan dan ketrampilan proses siswa, pengaruh keaktifan dan ketrampilan proses terhadap hasil belajar siswa, perbedaan hasil belajar siswa pada model CPSbT dengan konvensional pada karakteristik pengelompokan siswa menurut kemampuan awal (atas, tengah, bawah). Pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan model Thiagarajan, Semmel & Semmel (4D), yaitu define, design, develop, disseminate. Yang dikembangkan adalah rencana pembelajaran, buku guru, buku siswa, multimedia pembelajaran dan soal tes dengan materi trigonometri (aturan sinus dan kosinus) dan kaitannya dengan teknologi (aplikasi ilmu dalam kehidupan). CPSbT merupakan model pembelajaran yang efektif, berpusat pada siswa, ketrampilan proses dan aktifitas siswa berpengaruh kuat terhadap hasil belajar, terdapat perbedaan yang signifikan antara has bel model CPSbT dengan model konvensional, dan terdapat perbedaan hasil belajar antara kelompok atas, tengah dan bawah, hasil belajar mencapai ketuntasan belajar. CPSbT merupakan model pembelajaran yang efektif. Oleh karena itu para guru matematika diharapkan dapat menerapkan dalam pembelajaran matematika, khususnya pokok bahasan trigonometri kelas X. Guru hendaknya meningkatkan ketrampilan proses dan keaktifan siswa dalam pembelajaran sehingga hasil belajar siswa dapat maksimal. Para guru dapat mengembangkan perangkat pembelajaran yang serupa untuk pokok bahasan lain, bahkan para guru dapat mengembangkan untuk model pembelajaran yang lain. Para peneliti dapat mengembangkan hasil penelitian ini lebih mendetail baik pada mata pelajaran matematika atau lainnya.

Catatan Kecil Seorang Guru

bisa jadi coretan, curahan hati, atau apapun yang belum tentu ada gunanya

Teknik pemecahan masalah ala G Polya

Feb 1st, 2007 by kangguru

“HOW TO SOLVE IT”Reportase langsung dari buku karya G. Polya

Sebuah kerangka kerja untuk memecahkan masalah telah di jelaskan G. Polya dalam sebuah buku “How to Solve IT!”(Edisi ke 2, Princeton University Press). Walaupun Polya berfokus pada teknik pemecahan masalah dalam bidang matematikatetapi prinsip-prinsip yang dikemukakannya dapat digunakan pada masalah-masalah umum. Penalaran Induktif merupakan dasar dari prosesyang paling kreatif yang terjadi di “dunia nyata”. Fisika membutuhkan laboratorium yang ideal untuk membangun kemampuan dalam penalaran induktifdan menemukan hal-hal baru.

Berikut ini gambaran umum dari Kerangka kerja Polya:1. Pemahaman pada masalah ( Identifikasi dari tujuan )

Langkah pertama adalah membaca soalnya dan meyakinkan diri bahwa anda memahaminya secara benar. Tanyalahdiri anda dengan pertanayan :

· Apa yang tidak diketahui?

· Kuantitas apa yang diberikan pada soal?

· Kondisinya bagaimana?

· Apakah ada kekecualian?

Untuk beberapa masalah akan sangat berguna untuk

· membuat diagranmnya

dan mengidentifikasi kuantitas-kuantitas yang diketahui dan dibutuhkan pada diagram tersebut. Biasanya dibutuhkan

· membuat beberapa notasi ( x, a, b, c, V=volume, m=massa dsb ).

2. Membuat Rencana Pemecahan Masalah

Carilah hubungan antara informasi yang diberikan dengan yang tidak diketahui yang memungkinkan anda untuk memhghitungvariabel yang tidak diketahui. Akan sangat berguna untuk membuat pertanyaan : “Bagaimana saya akan menghubungkan hal yang diketahuiuntuk mencari hal yang tidak diketahui? “. Jika anda tak melihat hubungan secara langsung, gagasan berikut ini mungkin akan menolongdalam membagi maslah ke sub masalah

· Membuat sub masalah

Pada masalah yang komplek, akan sangat berguna untuk membantu jika anda membaginya kedalam beberapa sub masalah,sehingga anda dapat membangunya untuk menyelesaikan masalah.

· Cobalah untuk mengenali sesuatu yang sudah dikenali.

Hubungkan masalah tersebut dengan hal yang sebelumnya sudah dikenali. Lihatlah pada hal yang tidak diketahui dan cobalah untuk mengingatmasalah yang mirip atau memiliki prinsip yang sama.

· Cobalah untuk mengenali polanya.

Beberapa masalah dapat dipecahkan dengan cara mengenali polanya. Pola tersebut dapat berupa pola geometri atau pola aljabar.Jika anda melihat keteraturan atau pengulangan dalam soal, anda dapat menduga apa yang selanjutnya akan terjadi dari pola tersbut dan membuktikannya.

· Gunakan analogi

Cobalah untuk memikirkan analogi dari masalah tersebut, yaitu, masalah yang mirip, masalah yang berhubungan, yang lebih sederhana sehinggamemberikan anda petunjuk yang dibutuhkan dalam memecahkan masalah yang lebih sulit. Contoh, jika masalahnya ada pada ruang tiga dimensi,cobalah untuk melihat masalah sejenis dalam bidang dua dimensi. Atau jika masalah terlalu umum, anda dapat mencobanya pada kasus khusus

· Masukan sesuatu yang baru

Mungkin suatu saat perlu untuk memasukan sesuatu yang baru, peralatan tambahan, untuk membuat hubunganantara data dengan hal yang tidak diketahui.Contoh, diagram sangat bermanfaat dalam membuat suatu garis bantu.

· Buatlah kasus

Kadang-kadang kita harus memecah sebuah masalah kedalam beberapa kasus dan pecahkan setiap kasus terbut.

· Mulailah dari akhir ( Asumsikan Jawabannya )

Sangat berguna jika kita membuat pemisalan solusi masalah, tahap demi tahap mulai dari jawaban masalah sampai ke data yang diberikan

3. Malaksanakan RencanaDalam melaksanakan rencana yang tertuang pada langkah kedua, kita harus memeriksa tiap langkah dalam rencana danmenuliskannya secara detail untuk memastikan bahwa tiap langkah sudah benar. Sebuah persamaan tidaklah cukup!

4. Lihatlah kembaliKritisi hasilnya. lihatlah kelemahan dari solusi yang didapatkan ( seperti : ketidak konsistenan atau ambiguitas atau langkah yang tidak benar )

Oh iya buku ini saya baca karena penasaran banyak sekali yang merekomendasikannya, terutama buat membina bibit-bibit unggul untuk team olimpiade science.

Posted in Pendidikan, Tutorial 7 Comments

7 Responses to “Teknik pemecahan masalah ala G Polya”

1. on 01 Feb 2007 at 11:56 pm1 helgeduelbek

Wah saya paling suka menggunakan analogi kalao ngajar kimia agar pemahaman abstrak bisa diterima. meskipun kadang tetep saja tidak nyambung dengan yang dimaui konsep2 itu. Ini keterbatasan analogi yang diperlukan kepiawaian menyampaikan.

2. on 02 Feb 2007 at 2:22 adalah2 prayogo

Kimia, ini dia salah satu pelajaran yang dari dulu sampai sekarang saya tdk pernah bisa. sebenarnya basic untuk bisa kimia adalah bisa matematika (benar pak?). tetapi lagi2 matematika saya juga sangat meragukan, wah bagaimana saya ini.

Saya ingin jadi orang yang sosial aja lah

3. on 03 Feb 2007 at 3:11 pm3 de King

Mulailah dari akhir ( Asumsikan Jawabannya )Sangat berguna jika kita membuat pemisalan solusi masalah, tahap demi tahap mulai dari jawaban masalah sampai ke data yang diberikan

Saya senang dengan cara yang satu ini … pertama asumsi lalu di akhirnya ditemukan suatu kontradiksi…uenak tenan

ya kadang ini jadi jurus terakhir saya kalo lagi buntu, check option a masukan ke soal ngak cocok cek option b dst hehehhe

4. on 07 Feb 2007 at 4:36 adalah4 Eko Harto

Analisa masalah seperti yg dijelaskan G Polya memang penting apalagi kita yg kesehari-harian sering bertemu dengan kasus meski kasus tersebut tidak harus menghitung,kalau saya cermati untuk bidang customer service dibidang saya memang diperlukan ketajaman dalam menganalisa suatu kasus sehingga kasus tersebut bisa close dengan ending memuaskan bagi customer.

on 21 Feb 2007 at 6:58 adalah5 ndarualqaz

Analogi, itu satu satunya cara buat otak saya biar dengan cepet menerima sesuatu yang rumit.bahkan di bidang saya (desain) saya pun sering manggunakan analogi dalam mengatasi suatu problem proyek desain yang sedang saya tangani.

tapi tetap saja analogi punya banyak keterbatasan, tidak semua orang akan memahami analogi yang kta pakai dan seringnya mereka salah menerjemahkan analogi yang kita buat tersebut.

5. on 12 Mar 2007 at 8:54 adalah6 mathematicse

Saya jadi ingat, kalau ngerjain soal fisika atau matematika, langkah standarnya begini.

Diketahui:————-————-————-

Ditanyakan:…………

Jawab:……………….

Cek ulang:……….

Pak Guru, apa langkah standar tersebut juga termasuk ala Polya?

6. on 12 Mar 2007 at 9:00 adalah7 kangguru

@mathematicsesecara garis besar emang begitu

Trackback URI Comments RSS

Leave a Reply

Name (diperlukan)

Mail (hidden) (diperlukan)

Website

· Dukung ( banner by antobilang )

· Blog Guru ( Jasa Baik antobilang )

· Tulisan Terbaru

Mendadak jadi DBA

Komputer dalam komputer

Kekerasan itu masih ada di Sekolah

Focus Discussion Group

Alhamdulillah

· Tulisan Teratas

Bahan Ujian Nasional 2007 SMA

Mendadak jadi DBA

Spesifikasi Bahan Ujian Nasional SMP 2007

Menjelang Ujian Nasional

Kekerasan itu masih ada di Sekolah

Komputer dalam komputer

Teknik pemecahan masalah ala G Polya

Focus Discussion Group

Tugas Guru Di dalam kelas

Menyoal UN ( lagi ….)

· Blogroll

..:X W O M A N:..

a n t o b i l a n g

Akhmad Murtajib (Id)

Bicara Matematika

Blognya MPP UGM Pendidikan

CakMoki nyang Dokter tea

Catatan Harian di Kampus Biru™

Catatan Harian Soe Genk Gie

de King

den panca

Deni Triwardana

Doeytea

Erdy

HelgeDuelBek

Ichsan Mufti

IT

JaF’s The Name

Kang Is

Kang Kombor

KU LETAK KAN KATA DISINI

lembar pembebasan dan kamus politik

lounique >=0=<

Melihat dan Menulis

MEMULAI yang BARU dari yang LAMA

My Little Homeland

ndarualqaz nulis iseng

NolBuku

prayogo

RianLendar

Senyum Sehat

Share Anything what i get..

w a d e h e l

Willy Edi

WordPress.com

WordPress.org

[roffi’s blog]

· Photo

wahyu photo

· Komentar Terbaru

helgeduelbek pada Mendadak jadi DBA

grandiosa12 pada Mendadak jadi DBA

kangguru pada Mendadak jadi DBA

antobilang pada Mendadak jadi DBA

brianari pada Mendadak jadi DBA

·

Februari 2007

S

S

R

K

J

S

M

« Jan

Mar »

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

· RSS VALIDATOR

Blog at WordPress.com. Theme: MistyLook by Sadish

_qacct=”p-18-mFEk4J448M”;quantserve();

st_go({blog:’719658′,v:’wpcom’,post:’9′,subd:’kangguru’,x_theme:’mistylook’});

addLoadEvent(function(){linktracker_init(719658,9);});

Diposting oleh adi-negara di 9:55 AM 1 komentar

October 2007

Home

Subscribe to: Posts (Atom)

REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION:

Sebuah Paradigma Baru Pembelajaran Matematika 1)

Oleh : A.N. Cahyono 2)

Pendidikan Matematika S2 Program Pascasarjana Unnes

Guru Matematika SMAN 1 Banjarnegara

E_mail : adi_himatika@plasa.com

ABSTRAK

Sampai saat ini pendekatan pembelajaran matematika di Indonesia masih menggunakan pendekatan tradisional atau mekanistik yang menekankan pada latihan mengerjakan soal atau drill and practice, prosedural serta banyak menggunakan rumus dan algoritma sehingga murid dilatih mengerjakan soal seperti mekanik atau mesin. Kosekuensinya bila mereka diberikan soal yang berbeda dengan soal latihan mereka akan mambuat kesalahan atau ‘error’ seperti komputer. Mereka kurang terbiasa memecahkan masalah yang banyak disekeliling mereka. Dalam pembelajaran matematika perlu adanya perubahan paradigma. Bagian tertentu yang dapat dikaitkan sangat penting dan perlu upaya yang seksama agar terjadi perubahan adalah cara sajian pelajaran dan suasana pembelajaran. Dua hal inilah kelihatannya dijanjikan sebagai salah satu bagian keunngulan RME (Realistic Mathematics Education) yang dikenalkan dan dikembangkan pertama kali oleh Freudenthal Institute di Negeri Belanda. Realstic Mathematics Education adalah teori pembelajaran yang bertitik tolak dari hal-hal yang ‘real’ bagi siswa, menekankan ketrampilan ‘process of doing mathematics’, berdiskusi dan berkolaborasi, berargumentasi dengan teman sekelas sehingga mereka dapat menemukan sendiri (‘student inventing’ sebagai kebalikan dari ‘teacher telling’) dan pada akhirnya menggunakan matematika itu untuk menyelesaikan masalah baik secara individual maupun kelompok.

Kata Kunci : Pembelajaran Matematika, Freudenthal, RME.

1). Makalah disajikan dalam Seminar Pendidikan Matematika Pascasarjana Unnes 2005

2). A.N. Cahyono, Mahasiswa Pendidikan Matematika Program Pascasarjana Unnes / guru Matematika SMAN 1 Banjarnegara

1 Komentar »

  1. vita Said:

    kq isina cm 2 model pembel j pak???????????????
    g ad la yaw????????????/


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: